Analisa Harian Detail
Analisa Harian USD/JPY (Kamis, 19 Juni 2025)
Analisa Harian USD/JPY (Kamis, 19 Juni 2025)
Analisis Teknikal USD/JPY – 19 Juni 2025
Pasangan mata uang USD/JPY pada time frame H1 menunjukkan pemulihan signifikan dari tekanan bearish yang terjadi pada pekan sebelumnya. Saat ini harga bergerak di kisaran 144.89, mencerminkan potensi konsolidasi setelah fase bullish yang cukup tajam dari level terendah 142.95 (12 Juni) menuju area resistance minor 145.30.
Tinjauan Teknis:
1. Moving Average
Harga saat ini berada di atas Simple Moving Average (SMA) 100 (garis hijau) dan SMA 50 (biru), mengindikasikan kekuatan tren naik jangka menengah masih valid.
EMA 20 (merah) dan EMA 50 (ungu) telah menyilang ke atas sejak 14 Juni, membentuk golden cross yang mendukung bias bullish.
Meski demikian, harga terlihat sedang menguji EMA 20 sebagai support dinamis, menunjukkan potensi retest atau konsolidasi.
2. Struktur Harga
Harga membentuk higher high dan higher low sejak pertengahan Juni, mengonfirmasi struktur uptrend.
Saat ini harga berada dekat area support minor di 144.70–144.85 yang terbentuk dari zona reaksi sebelumnya.
3. Candlestick
Terlihat tekanan jual terbatas setelah rejection dari level 145.30, namun tidak ada konfirmasi reversal kuat.
Price action saat ini menunjukkan potensi pullback sebelum kemungkinan lanjutan tren naik.
Rekomendasi Trading – 19 Juni 2025
Dalam konteks saat ini, peluang beli (buy on dip) tetap menjadi pendekatan yang lebih aman selama support 144.60–144.70 bertahan. Namun, waspadai breakout di bawah zona ini yang dapat membatalkan skenario bullish.
Skenario Utama: Buy on Dip
Entry: 144.70–144.80 (area support dinamis & horizontal)
Stop Loss: 144.45
Take Profit 1: 145.30 (resistance minor)
Take Profit 2: 145.70 (resistance psikologis & potensi breakout area)
Skenario Alternatif: Breakout Sell
Entry Sell: Jika harga break & close di bawah 144.45 (konfirmasi breakdown support EMA)
Target: 144.00 – 143.75
Stop Loss: 144.80
Kesimpulan
Pasangan USD/JPY saat ini menunjukkan tren pemulihan yang sehat, ditopang oleh struktur teknikal dan support moving average. Selama tidak ada tekanan fundamental yang mengubah sentimen dolar secara drastis, strategi buy on dip tetap menjadi pendekatan optimal. Perhatikan perkembangan yield obligasi AS dan pernyataan bank sentral Jepang (BoJ) yang dapat memicu volatilitas tambahan.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada tanggung jawab masing-masing individu.