logo

Pesanan Barang Tahan Lama AS Anjlok 6.3%: XAU/USD Bersiap Menguat?

Pesanan Barang Tahan Lama AS Turun Tajam di April 2025 – Waspadai Dampaknya terhadap XAU/USD

 

Data terbaru dari Biro Sensus AS menunjukkan bahwa Durable Goods Orders (Pesanan Barang Tahan Lama) anjlok sebesar 6.3% pada April 2025, menjadi $296.3 miliar. Meski penurunan ini masih lebih baik dari ekspektasi pasar sebesar -7.8%, angka tersebut tetap mencerminkan pelemahan signifikan pada sektor manufaktur dan menjadi penurunan terdalam sejak Januari 2024.

 

Penurunan ini menghapus sebagian besar dari lonjakan 7.6% yang terjadi pada Maret, menandakan adanya volatilitas dalam permintaan barang-barang modal jangka panjang. Penurunan tajam ini terjadi bersamaan dengan diberlakukannya tarif balasan sebesar 10% secara menyeluruh, yang menekan rantai pasokan dan keputusan pembelian barang modal, serta menyusul adanya front-loading oleh perusahaan yang buru-buru melakukan pembelian bulan sebelumnya.

Sektor transportasi menjadi sektor yang paling terpukul, turun -17.1% menjadi $98.8 miliar, dengan pesanan pesawat non-pertahanan anjlok -51.5% akibat merosotnya minat terhadap produk Boeing, yang hanya menerima delapan pesanan selama bulan April. Sementara itu, pesanan barang modal (capital goods)—indikator penting bagi prospek investasi bisnis—turun -14.6% ke $101.4 miliar, menandakan meningkatnya kehati-hatian dari sektor korporasi.

 


Dampak terhadap Pasar: Fokus ke XAU/USD

Data yang menunjukkan pelemahan pesanan barang tahan lama biasanya dianggap sebagai sinyal perlambatan ekonomi, yang dapat memicu respons dari Federal Reserve dalam bentuk kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Hal ini berdampak langsung pada pasar keuangan, khususnya emas (XAU/USD), sebagai berikut:

  1. Meningkatkan Permintaan Emas Sebagai Safe Haven
    Penurunan pesanan barang tahan lama memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi perlambatan ekonomi AS. Ketika data fundamental melemah, investor cenderung mengalihkan portofolio mereka ke aset aman seperti emas.

  2. Tekanan terhadap Dolar AS
    Pelemahan data ini juga dapat menekan nilai Dolar AS, karena investor mulai berspekulasi bahwa The Fed mungkin akan menurunkan suku bunga lebih cepat atau menahan diri dari kenaikan suku bunga lebih lanjut. Dolar yang melemah akan mendukung penguatan harga emas karena hubungan negatif antara keduanya.

  3. Kenaikan Harga Emas Berpotensi Berlanjut
    Jika pasar menilai bahwa ekonomi AS mulai goyah dan kebijakan tarif berdampak luas terhadap sektor industri, maka minat terhadap emas bisa meningkat. Secara teknikal, XAU/USD berpotensi menguji resistance-resistance kunci dalam jangka pendek hingga menengah, terutama jika disertai pelemahan dolar secara konsisten pasca rilis data.


Kesimpulan

Data Durable Goods Orders malam ini menjadi salah satu indikator utama yang diamati pasar dalam menilai kekuatan ekonomi AS. Dengan penurunan tajam yang terjadi pada April 2025, pasar kemungkinan akan merespon dengan peningkatan permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas. Oleh karena itu, trader XAU/USD disarankan untuk mencermati volatilitas yang bisa meningkat setelah rilis data, serta memonitor sentimen terhadap dolar AS dan arah kebijakan The Fed sebagai katalis selanjutnya.


 

 

Chat Kami!