Analisa Harian Detail
Analisa Harian GBP/USD (Senin, 30 Juni 2025)
Analisa Harian GBP/USD (Senin, 30 Juni 2025)
Analisis Teknis GBP/USD – Konsolidasi Setelah Reli Tajam, Strategi Perdagangan untuk 30 Juni 2025
---
Tinjauan Pasar
Pasangan GBP/USD menunjukkan tren bullish yang cukup kuat sejak pertengahan Juni 2025, dengan harga berhasil rebound dari area 1.3370 dan melesat ke area 1.3748. Kenaikan yang tajam ini mulai melambat dalam dua hari terakhir, memperlihatkan struktur konsolidasi yang sehat di atas support dinamis. Saat artikel ini ditulis, harga diperdagangkan di sekitar level 1.3717, menandakan pasar sedang menunggu katalis baru.
---
Struktur Teknis
Harga masih bertahan di atas MA100 dan MA200, menunjukkan tren jangka menengah yang masih bullish.
Terjadi koreksi teknikal ke area MA50 (sekitar 1.3700) dan memantul kembali, menunjukkan reaksi buyer terhadap area support dinamis.
Perpotongan moving average jangka pendek (MA 20 dan MA 50) masih mendatar, mencerminkan fase konsolidasi horizontal.
---
Level Teknis Penting
Resistance utama: 1.3748 (high sebelumnya)
Resistance lanjutan: 1.3780
Support kuat: 1.3700
Support lanjutan: 1.3640
---
Skenario Trading
Skenario 1: Buy on Dip (Buy Limit)
Entry: 1.3700 – 1.3710
Stop Loss: 1.3670
Target: 1.3748 – 1.3780
Alasan: Level 1.3700 terbukti menjadi support yang kuat, bertepatan dengan MA50. Rebound dari level ini bisa menjadi peluang buy dengan risk-reward menarik.
Skenario 2: Buy Breakout
Entry: Buy stop di atas 1.3750
Stop Loss: 1.3715
Target: 1.3780 – 1.3820
Alasan: Breakout dari high sebelumnya di 1.3748 berpotensi memicu momentum beli lanjutan menuju zona resistance selanjutnya.
---
Kesimpulan
Secara teknikal, GBP/USD masih berada dalam fase bullish jangka menengah, meskipun saat ini sedang mengalami konsolidasi setelah reli yang cukup panjang. Selama harga tetap bertahan di atas 1.3700, bias tetap positif. Strategi ideal adalah menunggu konfirmasi rebound atau breakout untuk memanfaatkan kelanjutan tren naik pada tanggal 30 Juni 2025. Waspadai rilis data ekonomi Inggris atau AS yang bisa menambah volatilitas.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada tanggung jawab masing-masing individu.