logo

"Kado" Pemangkasan The Fed: Jalan Mulus Menuju $4.000

Emas Memecahkan Rekor Baru, Tembus $3.973 Didorong Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

 

Harga emas dunia kembali mencetak sejarah! Logam mulia ini melonjak melewati level US$ 3.900 per ons troi pada perdagangan Senin (6/10/2025), mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Kenaikan dramatis ini didorong oleh sejumlah faktor, terutama ekspektasi yang makin kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga bulan ini.

Selain antisipasi pemangkasan suku bunga AS, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi dan politik yang merebak di beberapa negara besar, termasuk Amerika Serikat, Prancis, dan Jepang.

 

 

Reli Harga: Menyentuh Nyaris $4.000

 

Pada sesi perdagangan New York, harga emas spot mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,8%, mencapai US$ 3.956,19 per ons troi, bahkan sempat menyentuh puncaknya di US$ 3.969,91. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga menguat 1,7% menjadi US$ 3.976,3 per ons troi.

Analis Marex, Edward Meir, menggarisbawahi beberapa pemicu utama kenaikan ini, seperti perkembangan politik yang memanas di Prancis—setelah perdana menteri dan kabinetnya mengundurkan diri hanya beberapa jam setelah dilantik—serta kenaikan imbal hasil obligasi Jepang akibat kekhawatiran inflasi. Selain itu, penutupan ( shutdown ) pemerintahan AS yang telah memasuki hari keenam juga menambah kekhawatiran pasar, terutama dengan ancaman pemutusan hubungan kerja massal bagi pegawai federal.

 

Faktor-faktor Pendukung Kenaikan 50%

 

Sejauh tahun 2025, harga emas telah menunjukkan performa luar biasa dengan kenaikan historis mencapai 50%. Reli fantastis ini disokong oleh beberapa pilar utama:

  1. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed: Emas, yang tidak menawarkan imbal hasil (bunga), menjadi lebih menarik dibandingkan aset berbunga (seperti obligasi) ketika suku bunga rendah atau diperkirakan turun.

  2. Pembelian Bank Sentral: Permintaan berkelanjutan dari berbagai bank sentral dunia turut menjadi penopang kuat.

  3. Permintaan Aset Lindung Nilai (Safe Haven): Ketidakpastian global mendorong investor mencari aset yang dianggap aman di tengah gejolak ekonomi dan politik.

  4. Pelemahan Dolar AS: Emas, yang dihargai dalam dolar AS, menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain saat dolar melemah.

Dengan harga yang kini mendekati angka keramat US$ 4.000, Meir berpendapat bahwa ini mengindikasikan adanya dorongan besar dari dana-dana investasi yang berupaya menembus level tersebut. Emas pertama kali menembus US$ 3.000 pada Maret dan US$ 3.800 pada akhir September.

 

Prediksi Pasar dan Logam Mulia Lainnya

 

Saat ini, pasar secara luas memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) bulan ini, dan kemungkinan diikuti pemangkasan 25 bps lagi pada Desember.

Melihat momentum dan faktor fundamental, lembaga keuangan UBS bahkan lebih optimistis, memprediksi bahwa harga emas dapat mencapai US$ 4.200 per ons pada akhir tahun ini.

Gelombang kenaikan juga menyeret harga logam mulia lainnya:

  • Perak spot naik 1,4% ke US$ 48,66 per ons troi, mencapai level tertinggi dalam 14 tahun.

  • Platinum menguat 1,4% menjadi US$ 1.626,75 per ons troi.

  • Paladium melonjak drastis 4,3% ke level US$ 1.315,17 per ons troi.

 
 
Chat Kami!