logo

Bahaya Nyata di Depan Mata! Emas Tembus $4.000, Ada Apa dengan Ekonomi Dunia Sebenarnya?

Emas Tembus Batas Magis $4.000! Reli Sejarah Didorong Kepastian Pangkas Suku Bunga The Fed


JAKARTA, 8 Oktober 2025 – Harga emas dunia kembali mencatat rekor bersejarah. Pada perdagangan hari ini, harga emas spot (XAU/USD) berhasil menembus dan bertahan di atas level psikologis US$ 4.000 per ons troi, setelah sebelumnya sempat mencapai puncak baru di sekitar US$ 4.011 (berdasarkan data chart H1).

 

 

Lonjakan fantastis yang terjadi setelah penembusan level $3.900 ini bukan sekadar momentum teknikal, melainkan didukung kuat oleh faktor-faktor fundamental global yang semakin matang.

 

1. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed yang Kian Mendekati Kepastian

 

Pendorong utama di balik reli emas menuju $4.000 adalah keyakinan pasar yang kini hampir 100% memproyeksikan Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan ini.

Dalam lingkungan suku bunga rendah, aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi jauh lebih menarik dibandingkan obligasi atau instrumen berbunga lainnya. Penurunan yield riil (imbal hasil dikurangi inflasi) AS yang tajam secara efektif menurunkan biaya kepemilikan emas, memicu arus modal besar-besaran masuk ke dalam logam mulia. Sentimen ini diperkuat oleh pelemahan Dolar AS (DXY), yang secara tradisional memiliki korelasi terbalik dengan harga emas.

 

2. Gejolak Politik dan Ketidakpastian Ekonomi Global Mendorong Safe-Haven

 

Di luar kebijakan moneter, permintaan aset lindung nilai (safe-haven) telah mencapai puncaknya. Ada beberapa pemicu ketidakpastian yang menambah tekanan beli pada emas:

  • Penutupan Pemerintahan AS Berkelanjutan: Krisis politik di Washington, termasuk penutupan pemerintahan (shutdown) yang berkepanjangan dan potensi hambatan negosiasi pagu utang ( debt ceiling ), menciptakan kekhawatiran serius akan stabilitas ekonomi AS.

  • Volatilitas Global: Ketegangan geopolitik yang berkelanjutan dan krisis politik mendadak di negara-negara G7 seperti Prancis, digabungkan dengan kekhawatiran inflasi yang memicu kenaikan imbal hasil obligasi Jepang, memaksa investor institusional untuk mendiversifikasi portofolio mereka ke aset yang dianggap paling aman, yaitu emas.

  • Pembelian Bank Sentral: Tren pembelian emas oleh bank-bank sentral global, terutama dari negara-negara berkembang, terus berlanjut sebagai upaya untuk mendiversifikasi cadangan devisa mereka dari Dolar AS. Pembelian masif ini menjadi penopang struktural yang kuat bagi harga emas.

 

3. $4.000: Batas Psikologis yang Terkonfirmasi

 

Penembusan level $4.000 memiliki makna psikologis dan teknikal yang sangat besar. Level ini sebelumnya dianggap sebagai ambang batas yang sulit dicapai. Dengan terobosan ini, analis melihat bahwa perburuan emas kini didominasi oleh dana-dana investasi institusional dan Hedge Funds yang semakin yakin bahwa tren kenaikan emas akan berlanjut.

Bahkan setelah mencapai 4.200 per ons troi sebelum akhir tahun ini, selama kondisi fundamental (pemotongan The Fed dan ketidakpastian) tetap mendukung.

Kenaikan emas ini juga turut mengangkat harga logam mulia lainnya, menggarisbawahi perubahan sentimen investasi global secara keseluruhan menuju aset fisik yang stabil.

 

 

Chat Kami!