EMAS MELEDAK! Tembus $4.110 Cetak Rekor Tertinggi Baru (All Time High): Didorong Konflik AS-China dan Prospek The Fed yang Dovish
Periode perdagangan 13 hingga 14 Oktober 2025 menjadi momen bersejarah bagi Logam Mulia. Harga Emas berjangka dunia mencatatkan kontrak tertinggi baru sepanjang masa (All Time High) pada hari Senin (13/10/2025), menembus level psikologis $4.110 per troy ounce.

Kenaikan spektakuler ini, yang terlihat jelas dari grafik chart per jam (H1) yang menunjukkan momentum bullish yang sangat curam, didorong oleh konvergensi tiga faktor fundamental utama:
1. Pemicu Utama: Meningkatnya Permintaan Safe Haven
Sentimen safe haven menjadi motor utama yang mendorong investor global berbondong-bondong memindahkan modal mereka ke Emas. Peningkatan permintaan ini disebabkan oleh dua risiko geopolitik dan domestik AS:
-
Ketegangan Perdagangan AS-Tiongkok: Meningkatnya ancaman dan retorika keras terkait tarif perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali memanas. Konflik ini mendorong permintaan Emas sebagai aset yang tidak terpengaruh oleh gejolak moneter atau ekonomi antar negara.
-
Ketidakpastian Politik AS: Penutupan pemerintahan AS (US government shutdown) yang masih berlangsung juga menambah lapisan ketidakpastian. Hal ini secara tradisional meningkatkan daya tarik Emas sebagai tempat berlindung dari gejolak politik dalam negeri Amerika.
2. Katalis Moneter: Komentar Dovish The Fed
Di sisi kebijakan moneter, Emas menerima dukungan kuat dari Federal Reserve (The Fed). Pernyataan dovish dari pejabat The Fed, seperti Presiden The Fed Philadelphia Anna Paulson, yang mendukung pemotongan suku bunga lanjutan tahun ini, menjadi faktor bullish signifikan.
Prospek pemangkasan suku bunga ini melemahkan Dolar AS (Inverse Correlation), membuat Emas (yang diperdagangkan dalam Dolar) menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sekaligus menurunkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Emas. Data ekonomi AS yang baru-baru ini lebih lemah dari perkiraan juga memperkuat ekspektasi pasar akan pelonggaran kebijakan, yang semakin memperkuat tren kenaikan Emas.
3. Analisis Teknikal: Konfirmasi Uptrend Agresif
Berdasarkan chart XAUUSD H1, pergerakan harga pada 13-14 Oktober mengonfirmasi dominasi pembeli (tren bullish):
-
Pembentukan Saluran Bullish: Grafik menunjukkan Emas bergerak dalam saluran kenaikan (bullish channel) yang curam dan terawat dengan baik (terlihat pada image_180dcc.png dan image_b3a900.png), menandakan adanya pembelian yang konsisten pada setiap penurunan (buy on dip).
-
Konfirmasi Moving Average (MA): Harga Emas bergerak jauh di atas semua Moving Average jangka pendek dan menengah. Penataan MA dalam urutan bullish (MA lebih cepat di atas MA lebih lambat) memberikan dukungan dinamis yang kuat pada harga, memvalidasi tren naik yang sehat.
-
Target Berikutnya: Setelah menembus rekor $4.110, momentum terus berlanjut. Grafik terbaru (terutama image_0b807b.png) menunjukkan harga terus melonjak, mengarah ke target resistance terdekat berikutnya yang diproyeksikan berada di kisaran $4.176 per troy ounce.
-
Support Kunci: Level support terdekat yang harus dipertahankan Emas untuk menjaga tren naik ini adalah $4.050.
Dampak Lokal: Emas Antam Ikut Mencetak Rekor
Kenaikan harga Emas dunia secara langsung berdampak pada harga domestik. Pada 14 Oktober 2025, harga Emas Antam (lokal) melonjak tinggi dan mencetak rekor baru sepanjang masa (ATH) di Indonesia, mencapai level hingga Rp 2.360.000 per gram dan bahkan Rp 2.565.000 per gram di beberapa pedagang. Hal ini menunjukkan kuatnya korelasi antara harga Emas global dan permintaan Emas fisik di dalam negeri.