logo

SIKSAAN THE FED: $4.378 Adalah Puncak Euforia, Bukan Akhir Perang! Emas Terjungkal, Apakah Big Money Mulai Jual?

 


 

BADAI SEMPURNA BERAKHIR: Emas Hantam Rekor $4.378 Sebelum Terjun Bebas ke $4.200; Analisis Fundamental 17–20 Oktober 2025

 

Periode 17 hingga 20 Oktober 2025 menjadi fase yang penuh gejolak bagi Emas (XAU/USD), menandai puncak euforia bullish yang diikuti oleh koreksi tajam. Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di kisaran $4.378 per troy ounce pada sesi Asia 17 Oktober, harga Emas mengalami tekanan jual signifikan, kembali turun ke zona $4.200 menjelang akhir periode.

 

 

Grafik H1 (terutama image_744161.png) secara jelas memperlihatkan lonjakan gila-gilaan yang didorong oleh momentum fundamental, diikuti oleh reversal tajam yang menembus Moving Average (MA) jangka pendek, mengindikasikan aksi ambil untung (profit taking) besar-besaran.

 

1. Fundamental Pemicu Puncak ($4.378)

 

Lonjakan Emas ke rekor baru di $4.378 pada Jumat pagi (17/10) didorong oleh konvergensi sentimen safe-haven dan ekspektasi kebijakan moneter:

  • The Fed Super-Dovish: Fundamental paling kuat adalah ekspektasi kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang sangat longgar. Pasar hampir sepenuhnya yakin (fully priced in) akan adanya dua kali lagi pemangkasan suku bunga pada pertemuan Oktober dan Desember. Gubernur The Fed Christopher Waller secara eksplisit menyatakan inflasi bukan lagi penghalang untuk memangkas suku bunga.

  • Geopolitik Ekstrem: Permintaan aset aman melonjak akibat ketegangan perdagangan AS–China dan risiko shutdown pemerintahan AS yang berkepanjangan. Ancaman tarif 100% AS terhadap impor China membuat investor mencari perlindungan di Emas.

 

2. Pemicu Koreksi Tajam (Jatuh ke $4.200)

 

Setelah mencapai puncak $4.378, Emas berbalik arah dan jatuh. Meskipun analisis fundamental jangka panjang tetap bullish, koreksi tajam ini dipicu oleh:

  • Aksi Ambil Untung Masif: Setelah kenaikan hampir 11% hanya dalam dua pekan dan mencapai ATH, investor melakukan profit taking besar-besaran di tengah libur akhir pekan, yang terlihat jelas pada penurunan tajam di grafik H1 (image_744161.png).

  • Potensi De-eskalasi Ketidakpastian: Sedikit meredanya kekhawatiran atas penutupan pemerintahan AS atau munculnya sentimen positif dari pasar saham dapat memicu koreksi teknikal. Namun, pada hari Senin (20/10), harga Emas berhasil bertahan di level tinggi, diperdagangkan di sekitar $4.261, menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi bersifat terbatas.

 

3. Prospek Lanjutan: Konsolidasi atau Terbang ke $4.400?

 

Memasuki hari Senin (20/10), Emas menunjukkan upaya konsolidasi dan stabilisasi di atas $4.200.

  • Outlook Jangka Menengah Tetap Bullish: Analis memperkirakan harga emas akan mencapai $4.400 per troy ounce pada akhir tahun 2025. Koreksi yang terjadi dianggap sebagai "koreksi yang sehat" dan tidak membalikkan tren kenaikan utama.

  • Dampak Lokal di Indonesia: Meskipun harga global terkoreksi, Emas Antam di pasar domestik masih kokoh di level tinggi. Harga Emas Antam 1 gram pada Jumat (17/10) melonjak Rp78.000 menjadi Rp2.485.000. Bahkan, di Pegadaian pada Senin (20/10), Emas Antam masih dijual di Rp2.671.000 per gram, menegaskan ketahanan harga lokal di tengah nilai tukar Rupiah yang stabil.

Kesimpulan: Emas menunjukkan volatilitas ekstrem. Setelah mencapai puncaknya, koreksi telah terjadi, namun fundamental jangka panjang—yang didominasi oleh kebijakan dovish The Fed dan ketidakpastian geopolitik—memastikan Emas tetap menjadi instrumen safe haven yang kuat dengan prospek kenaikan lebih lanjut. Setiap penurunan harga (dip) cenderung dilihat sebagai peluang beli.

Chat Kami!